Kondisi hidrologi di kawasan pasang surut Muara Telang memerlukan penanganan spesifik, terutama saat memasuki fase transisi musim ketika pasang laut perbani membawa kadar salinitas (garam) dan pirit terlarut dari muara sungai.
Koperasi Produsen Tuah Selebar Daun bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Telang Rejo berhasil menyelesaikan pemeliharaan dan kalibrasi 12 unit pintu air otomatis jenis flapper valve di sepanjang saluran sekunder penghubung petak tersier.

Pintu air flapper bekerja mengandalkan perbedaan tekanan air: saat air pasang tawar bersih masuk, pintu akan terdorong terbuka mengisi petak sawah. Sebaliknya, saat air mulai menyusut atau saat gelombang pasang asin ekstrem terjadi, daun pintu menutup rapat secara otomatis.
"Di tanah pasang surut Banyuasin, petani bukan hanya menanam padi, tapi mengendalikan denyut nadi air sungai. Penguasaan pintu air adalah kunci hidup matinya hasil panen."
Ketua Tim Pengelola Irigasi Desa Telang Rejo

Melalui pemantauan parameter electrical conductivity (EC) harian, kadar garam di areal sawah binaan berhasil dipertahankan pada ambang batas aman di bawah 1,5 dS/m, sehingga fase pembungaan padi terhindar dari risiko kehampaan bulir.
Poin Kunci & Catatan Strategis
- Perbaikan dan pelumasan engsel 12 pintu klep saluran sekunder.
- Pemasangan alat pemantau salinitas portabel di 4 titik simpul saluran utama.
- Penyusunan jadwal buka-tutup manual saat pasang rendah untuk pembilasan zat besi (Fe) dan sulfat masam.
- Pelatihan teknis bagi 15 petugas pintu air pemuda tani desa.